Bisnis Kuliner dari asipek analisis pasar
Nama: Darren Deaputra Leonardi
Mata Kuliah: Kewirausahaan
Kelas:
4ID10
A.
ANALISIS
PASAR
Analisis pasar merupakan komponen yang sangat
penting dalam hal perencanaan pemasaran suatu produk. Dengan melakukan analisis pasar, diharapkan akan
meningkatkan omzet penjualan dan keuntungan
perusahaan. Lebih jauh lagi, analisis
pasar dilakukan untuk menemukan peluang bisnis dan potensi yang bisa
dimanfaatkan.
Analisis pasar merupakan hal paling
penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum melakukan usaha atau bisnis
tertentu. Hasil dari analisis pasar akan bermanfaat untuk mengetahui potensi
bisnis yang ada dan berapa lama suatu bisnis bisa bertahan.
Secara morfologi, analisis pasar
terdiri dari dua kata, yaitu analisis dan pasar. Analisis adalah
suatu kegiatan untuk mencermati dan mengamati secara terperinci sesuatu objek
dengan cara menguraikan unsur-unsur pembentuknya atau penyusunnya untuk dikaji
lebih lanjut. Sesuatu objek yang dimaksud dalam hal ini adalah produk dan data
calon pelanggan yang berupa perilaku, keinginan dan lain-lain yang berhubungan
dengan produk dan layanan.
Jadi, Analisis pasar adalah suatu analisis yang dilakukan untuk mempelajari berbagai masalah
pasar. Analisis pasar menyangkut lokasi pasar, luas pasar, sifat pasar, dan
karakteristik pasar. Dengan analisis pasar dapat diketahui pula siapa saja yang
membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan, di mana produk atau jasa tersebut
dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dari
sini dapat juga mengetahui seberapa besar permintaan dan potensi permintaan,
kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun dari
konsumen. yang akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat
menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal
Analisis pasar merupakan bagian penting dalam prosedur
yang dijalankan oleh perusahaan. Dengan adanya analisis pasar, manajer pemasaran
dapat mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan para konsumen/ para pembeli
barang dan jasa. Selain itu, adanya analisis pasar akan memberikan kesempatan
kepada perusahaan untuk memperkenalkan produk baru atau mengubah, memperbaiki,
dan melengkapi produk yang telah di buat.
Pada dasarnya ruang lingkup
analisis pasar mencakup tentang :
a. Pengumpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran
b. Penafsiran data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
c. Penyimpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
d. Pengendalian dalam bidang pemasaran.
a. Pengumpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran
b. Penafsiran data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
c. Penyimpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
d. Pengendalian dalam bidang pemasaran.
Sedangkan secara umum, ruang
lingkup analisis pasar itu mencakup permasalahan mengenai :
a. Barang dan jasa yang dipasarkan
Barang-barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan, berdasarkan analisis pasar yaitu:
1) Jenis dan sifat barang.
2) Kuantitas dan kualitas barang.
3) Warna dan ukuran barang.
4) Merek dan harga barang
5) Desain dan model barang
6) Barang-barang industri dan konsumsi
a. Barang dan jasa yang dipasarkan
Barang-barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan, berdasarkan analisis pasar yaitu:
1) Jenis dan sifat barang.
2) Kuantitas dan kualitas barang.
3) Warna dan ukuran barang.
4) Merek dan harga barang
5) Desain dan model barang
6) Barang-barang industri dan konsumsi
b. Letak pasar, sifat dan
karakteristik pasar
Seorang manajer pemasaran harus mengetahui tentang letak pasar berikut sifat dan karakteristik pasar yang akan dituju. Tujuannya, untuk mempermudah manajer pemasaran melaksanakan target market, market strategi dan segmentasi pasar
Seorang manajer pemasaran harus mengetahui tentang letak pasar berikut sifat dan karakteristik pasar yang akan dituju. Tujuannya, untuk mempermudah manajer pemasaran melaksanakan target market, market strategi dan segmentasi pasar
c. Organisasi pembelian
Di sini, seorang manajer pemasaran harus mengetahui siapa yang membeli barang, siapa yang menggunakan barang, siapa yang paling berpengaruh di dalam pembelian barang, dan lain sebagainya
Di sini, seorang manajer pemasaran harus mengetahui siapa yang membeli barang, siapa yang menggunakan barang, siapa yang paling berpengaruh di dalam pembelian barang, dan lain sebagainya
d. Kegiatan pembelian
Kegiatan pembelian meliputi dari siapa pembelian barang dilakukan, di mana pembelian barang dilakukan, berapa harga barang, berapa banyaknya barang yang dibeli, bagaimana persyaratan dalam pembelian barang, dan bagaimana cara pembeliannya.
Kegiatan pembelian meliputi dari siapa pembelian barang dilakukan, di mana pembelian barang dilakukan, berapa harga barang, berapa banyaknya barang yang dibeli, bagaimana persyaratan dalam pembelian barang, dan bagaimana cara pembeliannya.
e. Perkembangan pembelian
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui bagaimana perkembangan harga barang, bagaimana persediaan barang, bagaimana keadaan persaingannya, bagaimana keadaan permintaan dan penawarannya
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui bagaimana perkembangan harga barang, bagaimana persediaan barang, bagaimana keadaan persaingannya, bagaimana keadaan permintaan dan penawarannya
f. Saingan perusahaan
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui keadaan persaingannya, apakah ada saingan yang melakukan tindakan mengejutkan atau adakah saingan yang tidak sehat.
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui keadaan persaingannya, apakah ada saingan yang melakukan tindakan mengejutkan atau adakah saingan yang tidak sehat.
g. Pola pembelian
Di dalam analisis pasar, perusahaan perlu mengetahui dan mengkaji kebutuhan dan keinginan, serta pola pembeliannya. Seperti kita ketahui bahwa pola pembelian para konsumen di pasar sangat berbeda-beda. Perencanaan pemasaran perusahaan sangat penting sekali bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan dan sama pentingnya untuk para manajer pemasaran yang mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Begitu pula mengenai analisis pasar adalah sangat penting di dalam
menentukan suatu keputusan yang efektif di dalam bidang pemasaran.
Di dalam analisis pasar, perusahaan perlu mengetahui dan mengkaji kebutuhan dan keinginan, serta pola pembeliannya. Seperti kita ketahui bahwa pola pembelian para konsumen di pasar sangat berbeda-beda. Perencanaan pemasaran perusahaan sangat penting sekali bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan dan sama pentingnya untuk para manajer pemasaran yang mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Begitu pula mengenai analisis pasar adalah sangat penting di dalam
menentukan suatu keputusan yang efektif di dalam bidang pemasaran.
Tujuan Analisis Pasar
Ada beberapa tujuan utama dalam
analisis pasar, antara lain mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang ingin
dipenuhi oleh perusahaan, dan menetapkan cara merancang serta menetapkan
tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut. Analisis ini menuntut
kebutuhan manajer pemasaran dalam memahami berbagai produk alternatif dan
substitusi yang tersedia bagi para pelanggan potensial dan proses-proses yang
digunakan konsumen dalam memutuskan pemilihan merek dan produk.
Berikut ini tujuan analisis pasar
secara rinci, antara lain :
a. Mengenal lingkungan pasar
b. Mengenal tipe-tipe pasar
c. Mengetahui karakteristik pasar.
d. Menentukan keputusan yang tepat.
e. Menghadapi para pesaing.
f. Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran.
g. Membuat program dalam bidang pemasaran.
h. Mengenal ciri-ciri pasar
a. Mengenal lingkungan pasar
b. Mengenal tipe-tipe pasar
c. Mengetahui karakteristik pasar.
d. Menentukan keputusan yang tepat.
e. Menghadapi para pesaing.
f. Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran.
g. Membuat program dalam bidang pemasaran.
h. Mengenal ciri-ciri pasar
Faktor yang Memengaruhi
Analisis Pasar
Salah satu faktor yang memengaruhi
analisis pasar adalah tingkat frekuensi para konsumen atau para pembeli dalam
membeli suatu barang Hal ini ditandai dengan sering tidaknya membeli barang dan
bergantung pada tingkat konsumsi barang tersebut.
Adapun faktor-faktor yang dapat
memengaruhi tingkat konsumsi dalam pembelian barang-barang adalah :
a. Faktor umur
b. Faktor pendidikan
c. Faktor selera
d. Faktor agama
e. Faktor budaya
f. Faktor musim
a. Faktor umur
b. Faktor pendidikan
c. Faktor selera
d. Faktor agama
e. Faktor budaya
f. Faktor musim
Beberapa permasalahan
dalam ruang lingkup analisis pasar, meliputi :
a. Barang dan jasa yang dipasarkan
b. Letak pasar, sifat dan karakteristik pasar
c. Organisasi pembelian
d. Kegiatan pembelian
e. Perkembangan pembelian
f. Saingan perusahaan
a. Barang dan jasa yang dipasarkan
b. Letak pasar, sifat dan karakteristik pasar
c. Organisasi pembelian
d. Kegiatan pembelian
e. Perkembangan pembelian
f. Saingan perusahaan
Apabila pada kenyataannya hasil produksi tidak sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan para konsumen, hal ini menandakan bahwa
perusahaan yang bersangkutan mengalami kegagalan dalam usahanya. Barang-barang
yang dihasilkan oleh perusahaan, berfungsi atau tidaknya ditentukan oleh para
konsumen. Suatu barang yang mempunyai manfaat atau nilai guna, ada kemungkinan
tidak akan dibeli jika barang tersebut tidak dikenal oleh para konsumen. Oleh
karena itu perusahaan harus cepat mempromosikan barang-barang yang dibuat agar
dapat memengaruhi para konsumen, serta agar dapat menciptakan permintaan
Kelebihan Analisis Pasar
Setelah melakukan suatu analisis
pasar, dalam rangka menggiatkan penjualan barang-barangnya, perusahaan akan
mendapatkan keuntungan sebagai berikut
a. Perusahaan dapat meningkatkan omzet penjualan barangnya.
b. Perusahaan akan memperoleh keuntungan yang diharapkan
c. Perusahaan dapat meningkatkan produksinya
d. Barang-barang perusahaan yang bersangkutan akan menjadi terkenal.
e. Hasil produksi perusahaan akan digemari konsumen
f. Perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupny
a. Perusahaan dapat meningkatkan omzet penjualan barangnya.
b. Perusahaan akan memperoleh keuntungan yang diharapkan
c. Perusahaan dapat meningkatkan produksinya
d. Barang-barang perusahaan yang bersangkutan akan menjadi terkenal.
e. Hasil produksi perusahaan akan digemari konsumen
f. Perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupny
Langkah-Langkah dalam Melakukan Analisis Pasar
- Menentukan
Pasar Relevan (Relevant Market) Langkah pertama dalam analisis pasar yaitu
kita harus menentukan pasar relevan.
- Menganalisis
Permintaan Primer untuk Pasar Relevan.
- Menganalisis
Permintaan Selektif dalam Pasar Relevan.
- Menetapkan
Segmen Pasar. ...
- Menilai
Persaingan.
B. SEGMENTASI, TARGETING, DAN POSITIONING
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar merupakan strategi
yang sangat penting dalam mengembangkan program pemasaran. Dengan segmentasi
pasar,diharapkan usaha-usaha pemasaran dilakukan dapat mencapai tujuan
perusahaan secara efisien dan efektif.
Berikut pengertian dari beberapa
ahli:
1. Menurut Tjiptono dan Chandra dalam bukunya Pemasaran Strategik (2012
:150),pengertian segmentasi pasar adalah sebagai proses mengelompokan pasar
keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen- segmen yang
memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan,keinginan,perilaku dan/atau respons
terhadap program pemasarn spesifik”.
2. Menurut Kotler (1994) adalah “suatu proses untuk membagi pasar menjadi
kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogen, dimana tiap kelompok konsumen
dapat dipillih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan melalui strategi
bauran pemasarannya.
3. Menurut kasali (1998; 118) segmentasi pasar adalah proses yang
mengotak-ngotakkan pasar (yang hiterogen) ke dalam kelompok-kelompok “potensial
costumer” yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang
memiliki respon yang sama pola membelanjakan uangnya
4. Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang
dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku yang mungkin
membutuhkan produk yang berbeda (lupiyoai, 2001, 34).
Dalam langkah ini, manajer memahami
berbagai cara untuk mengelompokkan konsumen ke dalam segmen-segmen yang para
anggotanya memiliki respons yang sama terhadap program pemasaran spesifik.
Berikut beberapa ketentuan untuk menetapkan
segmentasi pasar yang baik:
a. Segmen mudah dijangkau
Segmentasi pasar haruslah mudah dijangkau sehingga proses pemasaran bisa lebih efektif. Jika segmentasi pasar sulit dijangkau maka pendistribusian produk pun sulit dilakukan.
b. Segmen mudah diukur
Segmentasi pasar seharusnya bisa diukur dengan jelas sehingga bisa memperkirakan seberapa besar kemampuan untuk memasuki pasar tersebut sebagai target pemasaran
c. Sesuai kemampuan pemasar
Segmentasi pasar yang diukur sesuai kelayakan pemasar maksudnya bisa mengukur segmentasi pasar sesuai dengan kemampuan pemasaran produk. Jika segmen yang pilih itu banyak kendalanya maka proses pemasaran tidak akan berjalan dengan mulus.
a. Segmen mudah dijangkau
Segmentasi pasar haruslah mudah dijangkau sehingga proses pemasaran bisa lebih efektif. Jika segmentasi pasar sulit dijangkau maka pendistribusian produk pun sulit dilakukan.
b. Segmen mudah diukur
Segmentasi pasar seharusnya bisa diukur dengan jelas sehingga bisa memperkirakan seberapa besar kemampuan untuk memasuki pasar tersebut sebagai target pemasaran
c. Sesuai kemampuan pemasar
Segmentasi pasar yang diukur sesuai kelayakan pemasar maksudnya bisa mengukur segmentasi pasar sesuai dengan kemampuan pemasaran produk. Jika segmen yang pilih itu banyak kendalanya maka proses pemasaran tidak akan berjalan dengan mulus.
Targeting
Target Pasar (targeting) adalah
sebuah kelompok konsumen yang menjadi sasaran pendekatan perusahaan agar mau
membeli produk yang di pasarkannya. Target pasar juga dapat diartikan sebagai
sekelompok pembeli yang memiliki karakteristik yang sama yang membuat pasar
independen. Untuk menentukan target pasar, perusahaan harus mempertimbangkan
dengan hati-hati segmen mana yang dimasukkan dan ukuran segmen mana.
Banyak pihak yang masih bingung
dengan istilah segmentasi pasar dan target pasar karena mereka identik pada
pandangan pertama, tetapi perbedaan dasarnya adalah bahwa segmentasi pasar
lebih cenderung terdiri dari konsumen yang berbeda (heterogen) dalam kelompok
dengan kelompok sasaran yang berbeda untuk membagi properti yang sama.
Sementara target pasar menentukan kelompok konsumen mana yang dilayani.
Targeting menetapkan target pasar apa
yang ingin disasar. Targeting mengevaluasi minat dari segmen pasar yang berbeda
dan kemudian menentukan segmen pasar mana yang Anda targetkan. Target pasar
adalah kelompok yang dipilih oleh perusahaan sebagai pelanggan potensial dengan
arah dan segmentas
Dengan menerapkan target pasar, perusahaan dapat
mengembangkan posisi produk dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target
pasar yang relevan. Target pasar sangat berguna terutama dalam:
- Menyederhanakan
penyesuaian strategi bauran produk dan pemasaran ke pasar referensi.
- Pengembangan
posisi produk dan strategi bauran pemasaran (bauran pemasaran).
- Dengan
mengidentifikasi bagian-bagian pasar yang sebenarnya dapat dilayani,
perusahaan dapat berada dalam posisi yang lebih baik.
- Mengantisipasi
persaingan.
- Menggunakan
sumber daya perusahaan secara efisien dan efektif.
- Akses
peluang pasar yang lebih luas.
Ketika menentukan target pasar, ada 5
faktor harus dipertimbangkan sebelum memutuskan segmen mana yang harus
dimasukkan perusahaan. Faktor-faktor ini yaitu:
1.
Ukuran Segmen.
Perkiraan ukuran segmen
yang akan ditangani adalah faktor penting dalam memutuskan apakah segmen
tersebut berjanji untuk dipenuhi. Perusahaan besar memilih segmen dengan volume
penjualan besar dan cenderung menghindari atau menolak segmen kecil.
Sebaliknya, perusahaan kecil menghindari segmen besar karena mereka membutuhkan
lebih banyak sumber daya.
2.
Pertumbuhan Segmen
Faktor pertumbuhan segmen
juga merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan ketika menentukan
target pasar. Meskipun ukuran segmen saat ini relatif kecil, ini tidak
mengecualikan kemungkinan pengembangan di masa depan jika ada tanda-tanda
positif pembangunan. Karena pada dasarnya segmen kecil adalah segmen pasar yang
potensial. Seperti di masa lalu, misalnya usia 60 dan lebih tua belum menjadi
fokus pasar perusahaan. Namun, banyak layanan dan produk kini ditawarkan untuk
segmen ini (50 tahun ke atas).
3.
Analisis Situasi
Faktor selanjutnya yang
perlu dipertimbangkan adalah analisis situasi. Perusahaan harus terlebih dahulu
melakukan analisis situasi yang cermat. Analisis situasi mencakup manajemen
konsumen, pemasok, dan dealer. Secara umum, perusahaan melakukan analisis
situasi dengan analisis SWOT.
4.
Sumber Daya Peruasahaan
Faktor keempat yang perlu
dipertimbangkan ketika menentukan target pasar adalah sumber daya perusahaan.
Perusahaan memperoleh sumber daya dari perusahaan itu sendiri atau melalui
kerja sama dengan pihak luar. Konsekuensi dari sumber daya yang diperoleh dari
bekerja dengan pihak eksternal, khususnya manfaat dan risiko perusahaan,
dibagikan. Bentuk kerja sama dengan pihak luar dapat dicapai melalui inisiatif
atau melalui produksi bersama.
5.
Biaya yang Harus Dikeluarkan untuk
Mencapai Segmen
Segmen harus cocok untuk
kegiatan pemasaran perusahaan. Jika segmen yang dipilih tidak cocok, seharusnya
tidak perlu. Oleh karena itu, identifikasi segmen yang akan ditangani harus
dilakukan dengan hati-hati. Ada banyak contoh segmen yang pernah dianggap memiliki
potensi besar tetapi tidak diharapkan, meskipun perusahaan telah mengeluarkan
biaya tinggi.
Positioning
Positioning
tindakan
perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta
kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga, konsumen memahami dan menghargai
apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya.
Menurut Al Ries dan Jack
Trout, positioning bukanlah
apa yang Anda lakukan terhadap produk, tapi apa yang Anda lakukan terhadap
benak konsumen, yaitu memposisikan produk dalam benak konsumen. Positioning produk yang baik
adalah jika produk tersebut lebih unggul daripada produk lain yang sejenis. Sebuah
bisnis dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan atas produk yang
ditawarkan dan produk pesaing yang akan menghasilkan peta persepsi.
Melalui informasi dari peta
persepsi ini, maka berbagai strategi penentuan positioning
produk dapat dilakukan berdasarkan:
1. Atribut produk. Contohnya,
saat ini telah banyak ditemukan produk minuman teh dalam kemasan, namun
diposisikan sebagai minuman ringan seperti minuman soda. Sehingga minuman teh
dalam kemasan (gelas, botol, atau karton) bukanlah minuman yang diminum pada
sore hari, namun pada saat melakukan perjalanan.
2. Manfaat Produk. Produk
dikaitkan dengan kegunaan tertentu, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang
sama. Contoh, produk obat sakit maag X mengklaim bahwa obatnya dapat
menyembuhkan maag dengan lebih cepat dan aman. Sedangkan produk Y juga
mengklaim hal serupa, namun dengan penambahan manfaat tertentu. Padahal
terdapat kesamaan kandungan obat yang mereka gunakan.
3. Harga dengan
kualitas terbaik. Strategi positioning melalui harga tidak selalu
identik dengan harga yang lebih murah saja, tapi juga dengan memberi harga yang
pantas sesuai dengan kualitas barang yang dihasilkan. Memposisikan produk dengan
harga yang lebih terjangkau daripada produk sejenis milik kompetitor ditambah
dengan kualitas yang lebih baik akan membuat positioning produk akan
lebih kuat tertancap di hati para konsumen.
4. Menurut pemakai. Strategi
ini biasanya membutuhkan pencitraan dari brand ambassador atau model
yang ditunjuk untuk mewakili iklan perusahaan. Contohnya produk minuman
berenergi yang memposisikan diri bahwa produknya dikonsumsi oleh atlet dan
tokoh terkenal. Produk lain yang biasanya menggunakan strategi ini adalah produk
kecantikan, obat tradisional, atau makanan. Setiap tokoh atau public figure
yang dipilih biasanya akan membawa citra tersendiri untuk produk yang
dipasarkan.
5. Menurut Pesaing. Strategi
ini menggunakan pesaing bisnisnya untuk memposisikan diri sebagai yang lebih
baik daripada pesaing utamanya. Contohnya iklan obat herbal yang memposisikan
dirinya hanya dikonsumsi oleh orang yang pintar. Kemudian, muncul pesaing yang
mengklaim jika orang bejo (beruntung) akan mengonsumsi herbal tersebut.
Konsumen tinggal pilih, mau menjadi pintar atau bejo?
6. Kategori Produk. Produk
diposisikan sebagai leader dalam suatu kategori produk. Biasanya bisnis
yang menggunakan strategi ini hanya mengkhususkan pada satu produk walaupun
memiliki beberapa varian atau tipe produk. Contohnya sebuah kebun binatang yang
mengklaim sebagai tempat edukasi selain wisata. Kebun binatang tersebut mencoba
menjadi pembeda dari tempat wisata serupa dan memberi strategi positioning yang
akan membuat konsumen akan selalu ingat, kalau mau belajar sambil berekreasi,
maka kebun binatang tersebut adalah tempat rujukan yang tepat.
C.
FORECASTING
Peramalan
atau forecasting adalah suatu aktivitas dalam memprediksi atau memperkirakan
apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dalam waktu yang relatif cukup
lama. Pengertian lainnya yaitu teknik analisa perhitungan yang dilakukan dengan
pendekatan kualitatif atau kuantitatif, dalam melakukan perkiraan peristiwa di
masa depan dengan pemakaian referensi data di masa lalu.
Tujuan dari peramalan ini adalah
untuk memprediksi prospek ekonomi serta aktivitas usaha dan pengaruh lingkungan
pada prospek tersebut. peramalan adalah bagian yang paling penting di setiap
perusahaan atau organisasi bisnis ketika mengambil keputusan manajemen.
Peramalan sendiri juga bisa menjadi
dasar dalam rencana jangka pendek menengah atau jangka panjang, di sebuah
perusahaan. Di dalam peramalan ini dibutuhkan seminin mungkin kesalahan di
dalamnya. agar dapat meminimalisir tingkat kesalahan itu, maka akan lebih baik
jika dilasakanakan dalam satuan angka atau kuantitatif.
Menurut Heizer dan Render (2009:47),
peramalan (forecasting) mempunyai tujuan antara lain:
1.
Sebagai pengkaji perusahaan yang
saat ini berlaku, juga di masa lalu. Dan melihat sejauh mana pengaruhnya di
masa yang akan datang.
- Peramalan
diperlukan karena adanya time lag atau delay antara saat kebijakan
perusahaan ditetapkan dan ketika implementasi.
- Peramalan
merupakan dasar penyusutan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat
meningkatkan efektivitas dalam sebuah rencana bisnis.
Fungsi
dari peramalan akan diketahui saat mengambil keputusan. Keputusan yang baik
adalah keputusan yang berdasarkan atas pertimbangan, apa yang akan terjadi saat
keputusan itu dijalankan. Bila kurang tepat ramalannya maka masalah peramalan
menjadi masalah yang sering dihadapi (Gingting, 2007).
Kegunaan atau manfaat dari peramalan adalah sebagai
berikut:
1.
Sebagai alat bantu untuk
merencanakan yang efektif dan efisien
- Untuk
menetapkan kebutuhan sumber daya pada masa yang akan datang
- Untuk
membuat keputusan yang tepat
Metoga peramalan (forecasting) adalah cara
mengestimasi atau memperkirakan dengan kuantitaif/kualitatif apa yang terjadi
di masa depan. Menurut data yang relevan di masa lalu. Pemakaian metode
peramalan ini adalah untuk memprediksi dengan cara yang sistematis serta
pragmatis, atas dasar data yang relevan di masa lalu. Sehingga metode peramalan
dapat memberi objektivitas yang lebih besar.
Jenis metode peramalan itu, antara
lain :
1.
Metode peramalan yang berdasar
pada penggunaan analisa keterkaitan diantara variabel yang diperkirakan dengan
variabel waktu dengan deret yang berkala atau time series.
- Metode
peramalan yang berdasar pada penggunaan analisis pola hubungan diantara
variabel yang akan diperkirakan, dengan variabel lainnya yang menjadi pengaruh
yang bukan disebut metode korelasi atau sebab akibat atau metode causal.
Menurut Herianto (2008:78)
berdasarkan horizon waktu, peramalan (forecasting) bisa dibedakan menjadi tiga
jenis, yaitu :
1. Peramalan jangka panjang. Yaitu yang
meliputi waktu yang lebih panjang dari 18 bulan, contohnya peramalan yang
diperlukan di dalam hubungannya dengan penanaman modal, merencanakan fasilitas,
serta merencanakan untuk kegiatan litbang.
2. Peramalan Jangka Menengah. Adalah yang
mencakup waktu 3-18 bulan, contohnya peramalan di dalam keterkaitannya dengan
merencanakan penjualan, merencanakan produksi dan merencanakan tenaga kerja
tidak tetap.
3. Perencanaan Jangka Pendek. Yaitu yang
meliputi jangka waktu kurang dari tiga bulan. Contohnya peramalan dalam
keterkaitannya dengan merencanakan pembelian material, membuat jadwal kerja dan
menugaskan karyawan.
Menurut Heizer dan Render (2009:47)
berdasaskan fungsi dan perencanaan operasi pada masa depan, peramalan
(forecasting) dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.
Peramalan Ekonomi
(Economic Forecast). Peramalan ini membahas
tentang siklus bisnis dengan prediksi tingkat inflasi tersedianya uang, dana
yang dibutuhkan untuk pembangunan perumahan serta indikator perencanaan yang
lainnya.
2.
Peramalan Teknologi
(Technological Forecast). Peramalan ini memahami
tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik,
yang membutuhkan pabrik serta peralatan yang baru.
3.
Peramalan Permintaa
(Demand Forecast). Adalah proyeksi permintaan
pada produk atau layanan perusahaan. Proyeksi permintaan produk/layanan
perusahaan. Proyeksi ini dapat disebut dengan peramalan penjualan sebagai
pengendali produksi, kapasitas dan juga sistem penjadwalan dan menjadi input
untuk merencanakan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.
Menurut Saputro dan Asri (2000:148)
berdasarkan jenis data ramalan yang disusun, peramalan jenis ini dibedakan
menjadi dua, yaitu :
1. Peramalan Kualitatif. Merupakan peramalan
yang berdasar pada kualitatif di masa lalu. Hasil ramalannya dibuat tergantung
pada orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena peramalan itu ditentukan
menurut pemikiran yang bersifat intuitif, pendapat serta pengetahuan dan
pengalaman dari penyusunnya. Peramalan ini sering kali berdasarkan pada hasil
penyelidikan seperti misalnya pendapat salesman, pendapat sales manajer,
pendapat para ahli dan survey konsumen.
2. Peramalan Kuantitatif. Adalah peramalan
yang berdasar pada data penjualan di masa lalu. Hasil peramalann yang dibuat
bergantung pada metode yang dipakai di dalam peramalan itu. Penggunaan metode
yang berbeda, hasilnya pun akan berbeda.
Menur Ginting (2007) berdasarkan
sifat penyusunnya, peramalan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Peramalan Subjektif. Merupakan peramalan
yang berdasar pada perasaan atas intuisi dari orang yang menyusunnya.
2. Peramalan Objektif. Merupakan peramalan
yang berdasar pada data yang relevan di masa lalu dengan menggunakan teknik
serta metode di dalam menganalisa hal itu.
D. STRATEGI PEMASARAN
Strategi
pemasaran adalah upaya untuk memasarkan suatu produk, apakah itu barang
atau jasa, menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah
penjualan menjadi lebih tinggi.
Definisi strategi pemasaran juga dapat diartikan
sebagai serangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai
tujuan tertentu, karena potensi untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah
orang yang mengetahui hal ini.
Strategi Pemasaran memiliki peran penting dalam suatu
perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi
perusahaan, baik harga barang maupun jasa.
Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa,
yaitu:
1.
Produksi
- Pemasaran
- Konsumsi
Dalam hal ini, pemasaran adalah bagian yang
menghubungkan antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Implementasi atau penerapan Strategi
Pemasaran melalui langkah-langkah berikut:
1.
Segmentasi Pasar (Market
Segmentation)
Tindakan membagi pasar
menjadi kelompok pembeli yang berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau
perilaku yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran yang
berbeda
2.
Penentuan Target Pasar (Market
Targeting)
Yaitu proses mengevaluasi
daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang
akan dilayani. Menetapkan target pasar terdiri dari merancang strategi untuk
membangun hubungan yang tepat dengan pelanggan yang tepat. Atau perusahaan
mungkin memutuskan untuk menawarkan rangkaian lengkap produk untuk melayani semua
segmen pasarnya. Sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani
satu segmen tunggal, dan jika ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen.
3.
Diferensiasi & Posisi
Pasar (Differentiation & Positioning)
Perusahaan harus
memutuskan bagaimana membedakan penawaran pasar mereka untuk setiap segmen
target dan posisi apa yang ingin mereka tempati di segmen tersebut, posisi
produk adalah produk yang ditempati relatif terhadap para pesaingnya di benak
konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar yang unik untuk produk
mereka. Jika suatu produk dianggap persis sama dengan produk lain di pasaran,
konsumen tidak punya alasan untuk membelinya.
Pada umumnya, terdapat 4 tujuan
strategi pemasaran, yaitu:
- Untuk
meningkatkan kualitas koordinasi antar individu di dalam tim pemasaran
- Sebagai
ukuran hasil pemasaran atas dasar standar pencapaian yang sudah ditentukan
- Sebagai
dasar logis dalam langkah pengambilan keputusan pemasaran
- Untuk
meningkatkan kemampuan beradaptasi apabila terdapat perubahan pemasaran
Beberapa strategi pemasaran populer
yang dapat diterapkan:
1.
Kemitraan (Partnership).
Kemitraan Pemasaran
memiliki sejumlah keunggulan, misalnya berkolaborasi dengan pihak lain.
Strategi pemasaran ini dianggap murah dan lebih mungkin berhasil.
2.
Bekerja sama dengan Influencer
Jangan meremehkan
kemampuan influencer. Mereka benar-benar memiliki banyak pengaruh pada
penjualan Anda, dengan jangkauan pengikut yang besar. Ketika Anda mengontrak
influencer untuk mempromosikan produk Anda, tentu bukan tidak mungkin untuk
mendapatkan banyak keuntungan. Influencer tidak hanya dari selebriti,
tergantung pada produk Anda juga. Vloggers dan blogger juga dapat memiliki
pengaruh besar.
3.
Melibatkan Karyawan
Tidak ada yang salah
dengan melibatkan karyawan Anda dalam beberapa proyek. Coba sesekali membuat
iklan lucu yang melibatkan karyawan. Tentu saja ini memiliki efek ganda. Mereka
akan senang berbagi video dengan perusahaan selain meningkatkan efektivitas
kerja. Karyawan rata-rata merasa bangga ketika terlibat dalam proyek seperti
ini.
4.
Menjaga Pelanggan Lama
Nah, ini penting. Selalu
perlakukan pelanggan lama dengan baik karena mereka yang paling loyal dalam membeli
produk. Coba berikan bonus kecil khusus untuk pelanggan lama. Kebanyakan dari
mereka adalah yang paling loyal mempromosikan produk yang mereka temukan
memuaskan.
E.
4P
(PRODUCT, PLACE, PROMO, DAN PRICE)
Salah satu tujuan dari marketing
adalah memastikan agar produk atau jasa yang dibuat oleh perusahaan dikenal
masyarakat sehingga nantinya perusahaan dapat mendapatkan laba dari
penjualannya. Maka tidak aneh saat sebuah perusahaan rela mengeluarkan banyak
biaya untuk membuat strategi pemasaran. Strategi pemasaran sebenarnya tidak
hanya untuk perusahaan besar, perusahaan kecil juga harus memilikinya,
contohnya seperti strategi pemasaran 4P. Istilah strategi pemasaran 4P
merupakan dasar yang harus dijadikan patokan awal saat hendak menjalankan
bisnis.
Biasanya, konsep strategi pemasaran
4P termasuk dalam materi yang dipelajari pertama kali di setiap pelajaran
tentang marketing atau pemasaran. Bahkan sejak dulu, strategi pemasaran ini
tetap relevan. Tapi tentu saja, di era digital yang membuat bisnis tak mengenal
batas ini, strategi harus lebih jitu dan tepat sasaran.
Strategi pemasaran memiliki berbagai
macam jenis, salah satunya yakni strategi pemasaran 4P. Strategi pemasaran 4P
merupakan kumpulan alat pemasaran taktis yang terdiri dari product
(produk), price (harga), place (tepat) dan promotion (promosi)
yang dipadukan agar menghasilkan respons yang diinginkan di pasar.
1.
Produk
Sebagai pelaku usaha,
kita harus bisa membuat produk atau jasa yang diterima oleh masyarakat. Kita
dapat memulainya dengan cara mengembangkan produk atau jasa yang dimiliki
menjadi lebih baik. Mintalah kritik dan saran dari konsumen, kemudian tampung
semua saran dan kritik tersebut sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan.
Selain itu, juga dapat membuat produk atau jasa apapun yang kualitasnya baik.
Kualitas produk atau jasa yang baik tentu saja akan memberikan kepuasan yang
tinggi dari konsumen. Sebaliknya, kualitas produk atau jasa yang buruk
juga akan membuat konsumen kecewa dan mereka tidak mau untuk membeli atau
menggunakan produk atau jasa yang kedua kalinya.Produk yang saya buat berupa makanan kuliner
karena semua membutuhan makanan dan makanan ttermasuk dalam kebutuhan pokok.
2.
Price
Harga merupakan salah
satu hal yang sensitif dalam sebuah bisnis. Umumnya, konsumen akan menjadikan
harga sebagai patokan untuk membandingkan dengan dengan kompetitor. Sehingga,
penting untuk menentukan harga yang baik, karena harga akan berpengaruh
terhadap penjualan. Jangan sampai salah menentukan harga yang membuat konsumen
menjadi tidak tertarik untuk membeli produk atau jasa kita. Untuk menentukan
harga sebenarnya mudah, kita dapat melihat harga pasar atau dengan menghitung
HPP dan profit yang diinginkan dan sebagainya. Intinya, harga yang ditawarkan
atau tetapkan sebaiknya adalah harga yang masuk akal.Harga pada makanan kuliner disesuaikan dengan
pelanggan dan mengambil keuntungan tidak terlalu banyak.
3.
Place
Tempat atau lokasi
merupakan salah satu faktor penentu bisnis. karenanya pilihlah lokasi yang
tepat atau yang pas. Maksudnya pilihlah lokasi yang strategis dan benar. Lokasi
yang strategis merupakan lokasi yang ramai, dilalui oleh banyak orang. Sehingga
calon konsumen dan konsumen tertarik serta mudah untuk menemukan tempat jualan
kita. Namun, strategi saja tidak cukup, perlu ada kata tempat yang pas atau
tepat. Mengapa demikian? Karena tempat yang strategi jika tidak tepat atau pas
juga tidak memiliki efek apa pun.Tempat yang strategi menentukan kesuksesan makanan kuliner.
4.
Promotion
Promosi merupakan ujung tombak untuk
memperkenalkan produk atau jasa kepada masyarakat. Kini kegiatan pemasaran atau
promosi lebih mudah dilakukan dengan dapat memanfaatkan media sosial,
memasang iklan, kerja sama sponsorship, mengikuti bazar dan banyak lagi.Mempromosikan kuliner dengan contoh
beli 2 gratis 1.
Komentar
Posting Komentar